MEDIA PEMBELAJARAN DAN ICT
Dosen
Pengampu : Minsih, M.Pd
Kelas : IV E
Kelompok 5
Disusun Oleh :
1. Novi Wulandari (A510130200)
2. Erma Yunita S (A510130207)
3. Pandhu
A. M (A510130218)
4. Neena Desy R (A510130225)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat, taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Media Pembelajaran dan ICT”.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Media Pembelajaran dan ICT, disamping itu untuk menambah wawasan kami
dalam bidang ilmu pendidikan.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak lepas dari
partisipasi serta bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu kami mengucapkan
terima kasih. Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua.
Surakarta,
07 Maret 2015
Tim
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL..................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ............................. ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang............................................................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................................................ 3
C.
Tujuan........................................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Media.......................................................................................................................... 4
B.
Pengertian Media
Pembelajaran.................................................................................................... 5
C.
Jenis-jenis Media
Pembelajaran.................................................................................................... 6
D.
Fungsi Media
Pembelajaran.......................................................................................................... 8
E.
Kontribusi Media
Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran........................... 10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................ ..................................14
B.
Saran............................................................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... .............................15
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Menurut
Surakhmad (1990:65) belajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai
untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Belajar diajukan pada (1) pengumpulan
pengetahuan, (2) penanaman konsep dan kecakapan, serta (3) pembentukan sikap
dan perbuatan. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil
dari beragai sumber.
Guru dengan
sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan
segala sesuatunya guna kepentingan penngajaraan. Harapan yang tidak pernah
sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaraan yang disampaikan
guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas (Zain, 2002: 1).
Guru memegang peran penting dalam proses
pembelajaran. Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan
pengetahuan, ketrampilan dan sikap siswa yang berkaitan lagsung dengan
aktivitas guru, baik di sekolah maupun diluar sekolah (Daryanto, 2011: 61).
Peran guru yang penting lainnya dalam
pedagogik kemitraan adalah sebgai perancang belajar asli yakni menciptakan
pengalaman. Tidak seorangpun ingin hari-hari dikelasnya menjadi berulang
terus-menerus; guru dan siswa lapar akan sebuah variasi dan perubahan positif
yang acap terjadi (Schrum, 2013:18)
Seorang guru dapat mengukur efektivitas
pengajarannya dengan melihat pada tingkat kemajuan pelajarannya dalam hal ini
dapat mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya, atau dengan
melihat pada tingkat kemajuan siswanya dalam hal ini dapat melaksanakan
pekerjaan yang sama dengan lebih efektif daripada sebelumnya (Staton, 2000,
33).
Media sumber belajar adalah alat bantu yang berguna
dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak
dapat disampaikaan guru via kata-kata
atau kalimat. Keefektifan daya serap anak didik terhadap bahan pelajaraan yang
sulit dan rumit dapat terjadi dengan bantuan alat bantu. Kesuliatan anak didik
memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan bantuan alat bantu.
Bahkan alat bantu diakui dapat melahirkan umpan balik yang baik dari anak
didik. Dengan memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel, guru dapat menggairahkan
belajar anak didik. Zain (2002: 3)
Sumber belajar yang sesungguhnya banyak
sekali terdapat dimana-mana: di sekolah, di halaman, di pusat kota, di
pedesaan, dsb. Saripuddin ( 199; 65)
mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia,
buku/ perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Karena
itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai
tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk beljar seseorang.
Media
pendidikan sebgai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya
wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan yang
digunakan oleh gurumenjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Dalam menerangkan
suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung kehadapan anak didik
di kelas. Dengan menghadirkan bendanya seiring dengan penjelasan mengenai benda
itu, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar.
Kalau
dalam pendidikan di masa lalu, guru merupakan satu-satunya sumber belajar bagi
anak didik. Sehingga kegiatan pendidikan cenderung masih tradisional. Perangkat
teknologi penyebarannya masih sangat terbatas dan belum memasuki dunia
pendidikan. Tetapi lain halnya sekarang, perangkat teknologi sudah ada
dimana-mana. Pertumbuhan dan perkembangannya hampir tak terkendali, sehingga
wabahnyapun menyusut kedalam dunia pendidikan. Di sekolah kini, terutama di
kota besar, teknologi dalam berbagai bentuk dan jenisnya sudah dipergunakan
untuk mencaopai tujuan. Ternyata teknologi, yang disepakati sebagai media itu,
tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sumber belajar dalm proses
belajar mengajar.
Media
sebagai sumber belajar diakui sebgai alat bantu auditif, visual, dan
audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan,
tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional, dan tentu saja
dengan kompetensi guru itu sendiri, dan sebagainya. Anjuran agar menggunakan
media dalam pengajaran terkdang sukar dilaksanankan, disebabkan dan yang
terbatas untuk membelinya. Menyadari akan hal itu, disarankan kembali tidak
memaksakan diri untuk membelinya, tetapi membuat media pendidikan yang
sederhana selama menunjang tercpainya tujuan pengajaran. Cukup banyak bahan
mentah untuk keperluan pembuatan media pendidikan dan dengan pemakaian
keterampilan yang memadai. Untuk tercapainya tujuan pengajaran tidak mesti
dilihat dari kemahalan suatu media, yang sederhana juga bisa mencapainya,
asalkan guru pandai menggunakannya. Maka guru yang pandai menggunakan media
adalah guru yang bisa memanipulasi media sebagai sumber belajar dan sebagai
penyalur informasi dari bahan yang disampaikan keopada anak didik dalam proses
belajar mengajar.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan dari
identifikasi masalah di atas, maka dibuatlah rumusan masalahnya sebagai
berikut:
1.
Apa yang dimaksud dengan media?
2.
Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
3. Apa
saja jenis-jenis media pembelajaran?
4. Bagaimana
fungsi media dalam mencapai tujuan pendidikan?
5. Bagaimana
kontrubusi media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran?
B.
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan dari makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui pengertian media.
2.
Untuk mengetahui pengertian media
pembelajaran.
3. Untuk
mengetahui jenis-jenis media pembelajaran.
4. Untuk
mengetahui fungsi media dalam mencapai tujuan pendidikan.
5. Untuk mengetahui kontrubusi
media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Media
Kata media berasal dari kata latin medius yang secara harfiah berarti
tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepenerima pesan. Geralch & Ely (1971)
mengatakan bahwa media apabila dipahami secra garis besar adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara
lebih khusus, pengetian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartika
seagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyususn kembali
informasi visual atau verbal. Pengetian media menurut beberapa ahli diantaranya
adalah sebagai berikut. Arsyad
(2011: 3 dan 5)
1. Menurut Syaiful Bahri Djamarah
Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan
sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan.
2.
Menurut
National Education Asociation (NEA)
Media adalah
sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun
audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya.
- Asociation of Education Comunication Technology (AECT)
Media adalah segala bentuk dan saluran yang
dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.
- Menurut Gagne
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan
siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
- Menurut Miarso
Media adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.
Media merupakan alat bantu
penyampaian materi atau pengetahuan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
Media tersebut bertujuan mempermudah proses pembelajaran. Untuk menciptakan
atau menggunakan media diperlukan kreativitas dari pengirim pesan.
B. ,Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum adalah teknologi
pembawa pesan
(informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran. Alat bantu perasaan,
perhatian dan kemampuan atau ketrampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan,
manusia dan metode yang dimanfaatkan
untuk tujuan pembelajaran atau pelatihan. Pengertian media pembelajaran menurut para ahli.
Suwarna (2006: 128)
Menurut Briggs
(1977) media
pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi
pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National
Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
Sedangan menurut Sadiman
(1986), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan minat siswa, dan dengan demikian terjadilah proses belajar.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu
proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajaran sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam
mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan
untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Dari pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa Media pembelajaran merupakan bahan atau alat yang digunakan
oleh seorang pengajar untuk membantu proses penyampaian pesan dan informasi,
kepada para peserta didik supaya proses pembelajaran berlangsung dengan lebih
baik, karena akan terjadi stimulus dan respon dalam proses belajar mengajar.
Oleh karena proses
pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu
sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting
sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi
tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga
tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah
komponen integral dari sistem pembelajaran. Dari pendapat di atas
disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta
didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
C.
Jenis Media Pembelajaran
Jenis-jenis
media secara umum dapat dibagi menjadi: media
visual, media auditif, media audio-visual. Zain (2002:140)
1. Media Visual
Media visual adalah media yang hanyan mengandalkan
indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti
film, film strip (film rangkai), slide (film bingkai), foto, gambar atau
lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol
yang bergerak seperti fim bisu, film kartun.
Alat bantu visual dalam konsep
pengajaran visual adalah setiap gambar, model, benda, atau alat-alat lain yang
memberikan pengalaman visual yang nyata kepada siswa. Alat bantu visual ini
bertujuan untuk:
a. Memperkenalkan,
membentuk, memperkaya, serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak
kepada siswa.
b. Mengembangkan
sikap-sikap yang dikehendaki.
c. Mendorong
kegiatan siswa lebih lanjut. Sudjana (2009: 57)
2. Media
Auditif
Media auditif adalah media yang
hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, kaset recorder, piring
hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau kelainan dalam pendengaran.
Ada 3 komponen pokok yang terdapat pada unit televisi/ video-tape: (1) sebuah
kamera, yang memiliki sebuah mikrofon (2) Sebuah video-tape recorder (3) Sebuah
televisi, yang disebuat suatu alat “monitor”. Pasaribu (1983: 34)
3. Media
Audio-visual
Media audiovisual adalah media yang
mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan
yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
Media ini dibagi lagi kedalam: 1. Audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan
suara dan gambar diam seperti film bingkai suara ( Sound slide), Film rangkai suara, cetak suara. 2. Audiovisual
gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak
seperti film suara dan video kaset.
D.
FUNGSI
MEDIA PEMBELAJARAN
Media
pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu
proses kegiatan belajar-mengajar. Fungsi utama media pembelajaran adalah
sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan
lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Levie
dan Lentz (1982) Arsyad
(2011: 16) mengemukakan empat fungsi media
pembelajaran, khususnya media visual, yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi
afektif, (c) fungsi kognitif, dan (d) fungsi kompensatoris.
1.
Fungsi Atensi
Fungsi
atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali pada
awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran
itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga
mereka tidak memperhatikan. Media gambar khususnya gambar yang diproyeksikan
melalui overhead projector dapat menenangkan
dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima.
Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran
semakin besar.
2.
Fungsi Afektif
Media
visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau
membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi
dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau ras.
3.
Fungsi Kognitif
Fungsi
kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan
bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaiaan tujuan untuk memahami
dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.
Fungsi Kompensatoris
Fungsi
kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media
visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah
dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan
siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan
dengan teks atau disajikan secara verbal.
Media
pembelajaran, menurut Kemp & Dayton (1985: 28), dapat memenuhi tiga fungsi utama
apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar
yang besar jumlahnya, yaitu :
1. Memotivasi
minat atau tindakan
Untuk memenuhi fungsi
motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau
hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para
siswa atau pendengar untuk bertindak (turut memikul tanggung jawab, melayani
secara sukarela, atau memberikan subangan material). Pencapaian tujuan ini akan
memperngaruhi sikap, nilai, dan emosi.
2. Menyajikan
informasi
Untuk tujuan informasi,
media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapan
sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat amat umum, berfungsi
sebagai pengantar, ringkasan laporan, atau pengetahuan latar belakang.
Penyajian dapat pula berbentuk hiburan, drama, atau teknik motivasi. Ketika
mendengar atau menonton bahan informasi, para siswa bersifat pasif. Partisipasi
yang diharapkan dari siswa hanya terbatas pada persetujuan atau ketidaksetujuan
mereka secara mental, atau terbatas pada perasaan tidak/kurang senang, netral,
atau senang.
3. Memberi
instruksi
Media berfungsi untuk
tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam media itu harus
melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas
yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara
lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar
dapat menyiapkan instruksi yang efektif.
E.
Kontribusi
Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Media pemelajaran, menurut Kemp dan Dayton (1985: 28),
Suwarna (2006: 128) secara umum media pendidikan
mempunyai kontribusi meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan/
manfaat penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya
ke dalam program-program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan:
1.
Penyampaian pelajaran menjadi lebih
baku
Setiap pelajar yang melihat atau
mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru
menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan
media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama
dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian dan latihan
lebuh lanjut.
2. Pembelajaran
bisa lebih menarik
Media dapat di asosiasikan sebagai
penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memeperhatikan. Kejelasan
dan keruntutan pesan, daya tarik, image yang berubah-ubah, penggunaan efek
khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan
berpikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media memiliki aspek motivasi dan
meningkatkan minat.
3. Pembelajaran
menjadi lebih interaktif.
Dengan diterapkannya teori belajar
dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan
balik dan penguatan.
4.
Lama waktu pembelajaran
Lama waktu pembelajaran yang
diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu
singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang
cukup banyak dan memunkinkannya di serap oleh siswa.
5.
Kualitas hasil belajar
Kualitas
hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai
media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan
cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.
6.
Pemebelajaran dapat diberikan kapan
dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran
dirancang untuk penggunaan secara individu.
7.
Sikap positif siswa terhadap apa
yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8.
Peran guru dapat berubah kearah yang
lebih positif.
Beban guru
untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi
bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting
laindalamprosesbelajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat
siswa.
Peranan media pembelajaran antara lain: Zain (2002: 153)
1.
Media yang digunakan guru sebagai
penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan.
2.
Media dapat memunculkan permasalahan
untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
Paling tidak guru dapat memperoleh media sebagai sumber pertanyaan atau
stimulasi belajar siswa.
3.
Media sebagai sumber belajar bagi
siswa. Media sebagai bahan konkret berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari para
siswa, baik individu maupun kelompok. Kekonkretan sifat media itulah akan
banyak membantu tugas guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Kontribusi media visual dalam
proses pembelajaran antara lain: Harjanto (2010: 243-244)
1.
Bahan
pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para
siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
2.
Metode
mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak
kehabisan tenaga, apalagi guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
3.
Siswa
lebih bnayak melakukan kgiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian
guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan dan lain-lain.
4.
Pengajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
Kontribusi
media visual
dalam pembelajaran sebagai berikut:
1.
Media
visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik
Media visual
memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik degan lingkungannya.
2.
Media
visual dapat menanamkan konsep dasar, yang benar, kongkrit, dan realistis.
3.
Media
visual membangkitkan keinginan dan minat baru peserta didik.
4.
Media
visual akan mengakibatkan perubahan efektif, kognitif, dan psikomotorik.
5.
Meningkatkan
daya tarik dan perhatian siswa.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kontribusi
media
sangat besar dalam
proses belajar mengajar. Melalui media, pesan
dapat disampaikan dengan lebih cepat dan efisien, memperjelas penyajian pesan
maupun informasi, meningkatkan perhatian siswa, meningkatkan motivasi siswa
sehingga dapat memperlancar proses dan meningkatkan hasil belajar. Guru harus
pandai dalam memilih media yang akan digunakan untuk pembelajaran. Media visual
merupakan salah satu jenis media yang cocok untuk digunakan saat proses belajar
mengajar, karena melalui media visual anak akan merasa tertarik dengan materi
yang diajarkan sehingga akan termotivasi meraih hasil yang maksimal. Oleh
karena itu, aplikasi media pembelajaran yang akan digunakan pada Kelas V tema 2
tentang manusia dan peristiwa alam dengan subtema 3 aku dan daur ulang air
adalah dengan penggunaan media visual. Melalui media visual tersebut akan
diaplikasikan dalam bentuk gambar-gambar serta menggunakan warna yang jelas,
dengan demikian siswa diharapkan lebih tertarik dan hasil yang diperoleh akan
lebih memuaskan.
Dalam pembuatan media pendidikan
gambar yang akan digunakan sebaiknya memenuhi 6 syarat sebagai berikut: Sadiman
(2010: 33-35)
1.
Autentik
Gambar
tersebut harus secara jujur melikisan situasi seperti kalau orang melihat benda
sebenarnya.
2.
Sederhana
Komposisi
gambar hendaknya cukup jelas menunjukan poin-poin pokok dalam gambar.
3.
Ukuran
relatif
Gambar/
foto dapat membesarkan atau memperkecil benda atau objek sebenarnya. Apabila
gambar atau foto tersebut tentang benda atau objek yang belum dikenal atau
pernah dilihat anak maka sulitlah membayangkan berapa besar benda atau objek
tersebut. Untuk menghindari itu hendaknya dalam foto tersebut terdapat sesuatu
yang telah dikenal anak-anak sehingga dapat membantu membayangkan gambar.
4.
Media
Gambar/ Foto
Dapat
mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak
mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam
bentuk gambar atau foto.
5.
Foto
dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia
berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
6.
Foto
harganya murah dan gampang didapatkan serta digunakan, tanpa memerlukan
peralatan khusus.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Media
Pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar.
Jenis-jenis media pembelajaran antara lain media visual, media auditif dan media audiovisual.
Fungsi media pembelajaran antara lain fungsi atensi, afektif, kognitif dan
kompensatoris. Media visual
pembelajaran memiliki kontribusi antara
lain dapat mengatasi
keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik, membangkitkan
keinginan dan minat baru peserta didik, mengakibatkan perubahan efektik,
kognitif, dan psikomotorik, serta meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Media
pembelajaran mencakup alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan dan pengajaran di sekolah. Selain sebagai sarana untuk
mengefektifkan jalannya pembelajaran media juga mempunyai peran dan fungsi guna
menyuksesskan kegiatan pembelajaran.
B.
Saran
Saran yang penulis
berikan kepada guru antaralain :
1. Guru
dapat memaksimalkan peran media pembelajaran saat proses kegiatan belajar
mengajar berlangsung.
2. Guru
dapat membuat media pembelajaraan yang inovatif.
3. Guru
dapat mengajak peserta didik membuat media pembelajaran.
4. Guru
sebaiknya memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan
diajarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali
Bahri Syaiful, Zain
Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta
Daryanto, 2011. Media Pembelajaran. Bandung: Sarana Tutorial Nurani Sejahtera
Harjanto.
2010. Perencanaan Pengajaran. Jakarta:
Rineka Cipta
Suwarna. 2006. Pengajaran
Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
Sadiman. 2010. Media Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada
Pasaribu.
1983. Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Tarsito
Staton Thomas F.
2000. Cara Mengajar dengan Hasil yang
Baik. Bandung: Diponegoro
Schrum Lynne. 2013. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Indeks
Winarno. Surakhmad. 1990. Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar.
Bandung: Tarsito

Tidak ada komentar:
Posting Komentar