Minggu, 28 Juni 2015

Media Pembelajaran dan ICT




MEDIA PEMBELAJARAN DAN ICT

Dosen Pengampu : Minsih, M.Pd


 




Kelas : IV E
Kelompok 5

 Disusun Oleh :

1.    Novi Wulandari           (A510130200) 
2.    Erma Yunita S             (A510130207) 
3.    Pandhu A. M               (A510130218) 
4.    Neena Desy R             (A510130225)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Media Pembelajaran dan ICT”.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Media Pembelajaran dan ICT, disamping itu untuk menambah wawasan kami dalam bidang ilmu pendidikan.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak lepas dari partisipasi serta bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih.  Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


                                                                        Surakarta, 07 Maret 2015


                                                                                                            Tim Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL..................................................................................................................... i 
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ............................. ii 
DAFTAR ISI..................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................................................ 3
C.     Tujuan........................................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media.......................................................................................................................... 4
 B.     Pengertian Media Pembelajaran.................................................................................................... 5
 C.     Jenis-jenis Media Pembelajaran.................................................................................................... 6
D.    Fungsi Media Pembelajaran.......................................................................................................... 8
     E.     Kontribusi Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran........................... 10
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................ ..................................14
B.     Saran............................................................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... .............................15
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
            Menurut Surakhmad (1990:65) belajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Belajar diajukan pada (1) pengumpulan pengetahuan, (2) penanaman konsep dan kecakapan, serta (3) pembentukan sikap dan perbuatan. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari beragai sumber.
Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan penngajaraan. Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaraan yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas (Zain, 2002: 1).
Guru memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap siswa yang berkaitan lagsung dengan aktivitas guru, baik di sekolah maupun diluar sekolah (Daryanto, 2011: 61).
Peran guru yang penting lainnya dalam pedagogik kemitraan adalah sebgai perancang belajar asli yakni menciptakan pengalaman. Tidak seorangpun ingin hari-hari dikelasnya menjadi berulang terus-menerus; guru dan siswa lapar akan sebuah variasi dan perubahan positif yang acap terjadi (Schrum, 2013:18)
Seorang guru dapat mengukur efektivitas pengajarannya dengan melihat pada tingkat kemajuan pelajarannya dalam hal ini dapat mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya, atau dengan melihat pada tingkat kemajuan siswanya dalam hal ini dapat melaksanakan pekerjaan yang sama dengan lebih efektif daripada sebelumnya (Staton, 2000, 33).
 Media sumber belajar adalah alat bantu yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikaan guru via kata-kata atau kalimat. Keefektifan daya serap anak didik terhadap bahan pelajaraan yang sulit dan rumit dapat terjadi dengan bantuan alat bantu. Kesuliatan anak didik memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan bantuan alat bantu. Bahkan alat bantu diakui dapat melahirkan umpan balik yang baik dari anak didik. Dengan memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel, guru dapat menggairahkan belajar anak didik. Zain (2002: 3)
Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat dimana-mana: di sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan, dsb. Saripuddin ( 199; 65) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/ perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk beljar seseorang.
            Media pendidikan sebgai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan yang digunakan oleh gurumenjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Dalam menerangkan suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung kehadapan anak didik di kelas. Dengan menghadirkan bendanya seiring dengan penjelasan mengenai benda itu, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar.
            Kalau dalam pendidikan di masa lalu, guru merupakan satu-satunya sumber belajar bagi anak didik. Sehingga kegiatan pendidikan cenderung masih tradisional. Perangkat teknologi penyebarannya masih sangat terbatas dan belum memasuki dunia pendidikan. Tetapi lain halnya sekarang, perangkat teknologi sudah ada dimana-mana. Pertumbuhan dan perkembangannya hampir tak terkendali, sehingga wabahnyapun menyusut kedalam dunia pendidikan. Di sekolah kini, terutama di kota besar, teknologi dalam berbagai bentuk dan jenisnya sudah dipergunakan untuk mencaopai tujuan. Ternyata teknologi, yang disepakati sebagai media itu, tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sumber belajar dalm proses belajar mengajar.
            Media sebagai sumber belajar diakui sebgai alat bantu auditif, visual, dan audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional, dan tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri, dan sebagainya. Anjuran agar menggunakan media dalam pengajaran terkdang sukar dilaksanankan, disebabkan dan yang terbatas untuk membelinya. Menyadari akan hal itu, disarankan kembali tidak memaksakan diri untuk membelinya, tetapi membuat media pendidikan yang sederhana selama menunjang tercpainya tujuan pengajaran. Cukup banyak bahan mentah untuk keperluan pembuatan media pendidikan dan dengan pemakaian keterampilan yang memadai. Untuk tercapainya tujuan pengajaran tidak mesti dilihat dari kemahalan suatu media, yang sederhana juga bisa mencapainya, asalkan guru pandai menggunakannya. Maka guru yang pandai menggunakan media adalah guru yang bisa memanipulasi media sebagai sumber belajar dan sebagai penyalur informasi dari bahan yang disampaikan keopada anak didik dalam proses belajar mengajar.

Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan dari identifikasi masalah di atas, maka dibuatlah rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan  media?
2.      Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
3.      Apa saja jenis-jenis media pembelajaran?
4.      Bagaimana fungsi media dalam mencapai tujuan pendidikan?
5.      Bagaimana kontrubusi media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran?
B.  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian media.
2.      Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran.
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran.
4.      Untuk mengetahui fungsi media dalam mencapai tujuan pendidikan.
5.      Untuk mengetahui kontrubusi media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran?














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media
Kata media berasal dari kata latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepenerima pesan. Geralch & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secra garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengetian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartika seagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk  menangkap, memproses, dan menyususn kembali informasi visual atau verbal. Pengetian media menurut beberapa ahli diantaranya adalah  sebagai berikut. Arsyad (2011: 3 dan 5)
1.    Menurut Syaiful Bahri Djamarah
Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan.
2.      Menurut National Education Asociation (NEA)
Media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya.
  1. Asociation of Education Comunication Technology (AECT)
Media adalah segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.
  1. Menurut Gagne
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
  1. Menurut Miarso
 Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.
Media merupakan alat bantu penyampaian materi atau pengetahuan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Media tersebut bertujuan mempermudah proses pembelajaran. Untuk menciptakan atau menggunakan media diperlukan kreativitas dari pengirim pesan.
B.  ,Pengertian Media Pembelajaran 
Media pembelajaran secara umum adalah teknologi pembawa pesan
(informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan  pembelajaran. Alat bantu perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran atau pelatihan. Pengertian media pembelajaran menurut para ahli. Suwarna (2006: 128)
Menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Sedangan menurut Sadiman (1986), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa, dan dengan demikian terjadilah proses belajar.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajaran  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Media pembelajaran merupakan bahan atau alat yang digunakan oleh seorang pengajar untuk membantu proses penyampaian pesan dan informasi, kepada para peserta didik supaya proses pembelajaran berlangsung dengan lebih baik, karena akan terjadi stimulus dan respon dalam proses belajar mengajar.
Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
C.    Jenis Media Pembelajaran
Jenis-jenis media secara umum dapat dibagi menjadi: media visual, media auditif, media audio-visual. Zain (2002:140)
1.    Media Visual
Media visual adalah media yang hanyan mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film, film strip (film rangkai), slide (film bingkai), foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti fim bisu, film kartun.
Alat bantu visual dalam konsep pengajaran visual adalah setiap gambar, model, benda, atau alat-alat lain yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada siswa. Alat bantu visual ini bertujuan untuk:
a.       Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak kepada siswa.
b.      Mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki.
c.       Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut. Sudjana (2009: 57)
2.    Media Auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, kaset recorder, piring hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau kelainan dalam pendengaran. Ada 3 komponen pokok yang terdapat pada unit televisi/ video-tape: (1) sebuah kamera, yang memiliki sebuah mikrofon (2) Sebuah video-tape recorder (3) Sebuah televisi, yang disebuat suatu alat “monitor”. Pasaribu (1983: 34)
3.    Media Audio-visual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi kedalam: 1. Audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara ( Sound slide), Film rangkai suara, cetak suara. 2. Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video kaset.

D.      FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar-mengajar. Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Levie dan Lentz (1982) Arsyad (2011: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, dan (d) fungsi kompensatoris.
1.      Fungsi Atensi
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar khususnya gambar yang diproyeksikan melalui overhead projector dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.
2.      Fungsi Afektif
Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau ras.
3.      Fungsi Kognitif
Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaiaan tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.      Fungsi Kompensatoris
Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Media pembelajaran, menurut Kemp & Dayton (1985: 28), dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu :
1.      Memotivasi minat atau tindakan
Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para siswa atau pendengar untuk bertindak (turut memikul tanggung jawab, melayani secara sukarela, atau memberikan subangan material). Pencapaian tujuan ini akan memperngaruhi sikap, nilai, dan emosi.
2.      Menyajikan informasi
Untuk tujuan informasi, media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat amat umum, berfungsi sebagai pengantar, ringkasan laporan, atau pengetahuan latar belakang. Penyajian dapat pula berbentuk hiburan, drama, atau teknik motivasi. Ketika mendengar atau menonton bahan informasi, para siswa bersifat pasif. Partisipasi yang diharapkan dari siswa hanya terbatas pada persetujuan atau ketidaksetujuan mereka secara mental, atau terbatas pada perasaan tidak/kurang senang, netral, atau senang.
3.      Memberi instruksi
Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif.
E.  Kontribusi Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Media pemelajaran, menurut Kemp dan Dayton (1985: 28), Suwarna (2006: 128) secara umum media pendidikan mempunyai kontribusi meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan/ manfaat penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan:
1.        Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku
Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian dan latihan lebuh lanjut.
2.      Pembelajaran bisa lebih menarik
Media dapat di asosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memeperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik, image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan berpikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
3.      Pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan.
4.        Lama waktu pembelajaran
Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan memunkinkannya di serap oleh siswa.
5.      Kualitas hasil belajar
Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.
6.      Pemebelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
7.      Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8.      Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif.
Beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting laindalamprosesbelajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.
Peranan media pembelajaran antara lain: Zain (2002: 153)
1.        Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan.
2.        Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya. Paling tidak guru dapat memperoleh media sebagai sumber pertanyaan atau stimulasi belajar siswa.
3.        Media sebagai sumber belajar bagi siswa. Media sebagai bahan konkret berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari para siswa, baik individu maupun kelompok. Kekonkretan sifat media itulah akan banyak membantu tugas guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Kontribusi  media visual dalam proses pembelajaran antara lain: Harjanto (2010: 243-244)
1.      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
2.      Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
3.      Siswa lebih bnayak melakukan kgiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
4.      Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
Kontribusi media visual dalam pembelajaran sebagai berikut:
1.      Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik Media visual memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik degan lingkungannya.
2.      Media visual dapat menanamkan konsep dasar, yang benar, kongkrit, dan realistis.
3.      Media visual membangkitkan keinginan dan minat baru peserta didik.
4.      Media visual akan mengakibatkan perubahan efektif, kognitif, dan psikomotorik.
5.      Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kontribusi media sangat besar dalam proses belajar mengajar. Melalui media, pesan dapat disampaikan dengan lebih cepat dan efisien, memperjelas penyajian pesan maupun informasi, meningkatkan perhatian siswa, meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat memperlancar proses dan meningkatkan hasil belajar. Guru harus pandai dalam memilih media yang akan digunakan untuk pembelajaran. Media visual merupakan salah satu jenis media yang cocok untuk digunakan saat proses belajar mengajar, karena melalui media visual anak akan merasa tertarik dengan materi yang diajarkan sehingga akan termotivasi meraih hasil yang maksimal. Oleh karena itu, aplikasi media pembelajaran yang akan digunakan pada Kelas V tema 2 tentang manusia dan peristiwa alam dengan subtema 3 aku dan daur ulang air adalah dengan penggunaan media visual. Melalui media visual tersebut akan diaplikasikan dalam bentuk gambar-gambar serta menggunakan warna yang jelas, dengan demikian siswa diharapkan lebih tertarik dan hasil yang diperoleh akan lebih memuaskan.
Dalam pembuatan media pendidikan gambar yang akan digunakan sebaiknya memenuhi 6 syarat sebagai berikut: Sadiman (2010: 33-35)
1.      Autentik
Gambar tersebut harus secara jujur melikisan situasi seperti kalau orang melihat benda sebenarnya.
2.      Sederhana
Komposisi gambar hendaknya cukup jelas menunjukan poin-poin pokok dalam gambar.
3.      Ukuran relatif
Gambar/ foto dapat membesarkan atau memperkecil benda atau objek sebenarnya. Apabila gambar atau foto tersebut tentang benda atau objek yang belum dikenal atau pernah dilihat anak maka sulitlah membayangkan berapa besar benda atau objek tersebut. Untuk menghindari itu hendaknya dalam foto tersebut terdapat sesuatu yang telah dikenal anak-anak sehingga dapat membantu membayangkan gambar.
4.      Media Gambar/ Foto
Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar atau foto.
5.      Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
6.      Foto harganya murah dan gampang didapatkan serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.
















BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Media Pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar. Jenis-jenis media pembelajaran antara lain media visual, media auditif dan media audiovisual. Fungsi media pembelajaran antara lain fungsi atensi, afektif, kognitif dan kompensatoris. Media visual pembelajaran memiliki kontribusi antara lain dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik, membangkitkan keinginan dan minat baru peserta didik, mengakibatkan perubahan efektik, kognitif, dan psikomotorik, serta meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Media pembelajaran mencakup alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Selain sebagai sarana untuk mengefektifkan jalannya pembelajaran media juga mempunyai peran dan fungsi guna menyuksesskan kegiatan pembelajaran.
B.  Saran
Saran yang penulis berikan kepada guru antaralain :
1.      Guru dapat memaksimalkan peran media pembelajaran saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
2.      Guru dapat membuat media pembelajaraan yang inovatif.
3.      Guru dapat mengajak peserta didik membuat media pembelajaran.
4.      Guru sebaiknya memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.






DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali
Bahri Syaiful, Zain Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Daryanto, 2011. Media Pembelajaran. Bandung: Sarana Tutorial Nurani Sejahtera
Harjanto. 2010. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
 Suwarna. 2006. Pengajaran Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
Sadiman. 2010. Media Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada
Pasaribu. 1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito
Staton Thomas F. 2000. Cara Mengajar dengan Hasil yang Baik. Bandung: Diponegoro

Schrum Lynne. 2013. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Indeks
Winarno. Surakhmad. 1990. Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar. Bandung: Tarsito




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar